Tipe Data dan Operator

Tipe Data menunjukkan suatu nilai yang dpat digunakan oleh sutu variable yang bersangkutan.
Tipe Data dalam Pascal :
1. Tipe Data Sederhana, terdiri dari :
a. Tipe data standar :
- integer : merupakan tipe data berupa bilangan bulat
- real : merupakan jenis bilangan pecahan
- char : merupakan karakter yg ditulis diantara tanda petik tunggal. Ex : ‘A’, ‘a’, ‘5? dll
- string : merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik tunggal.
- boolean : merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE atau FALSE .
b. Tipe data didefinisikan pemakai
2. Tipe Data Terstruktur, terdiri dari :
a. Array
b. Record
c. File
d. Set
3. Tipe Data PointerOperator
Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal di kelompokkan dalam :
1. Assignment operator (operator pengerjaan) menggunakan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama dengan (:=). Contoh –> A:=B;
2. Binary operator digunakan untuk mengoperasikan dua buah operand yang berbentuk konstanta ataupun variable. Operator ini digunakan untuk operasi arithmatika yang berhubungan dgn nilai tipe data Integer dan Real. Operasi yang dilakukan adalah : Pertambahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (*), Pembagian Bulat (DIV), Pembagian Real (/) dan Modulus atau Sisa Pembagian (MOD)
3. Unary operator, operator ini menggunakan sebuah operand saja dapat berupa unary minus dan unary plus. Contoh : +2.5, a+(+b) dll
4. Bitwise operator digunakan untuk operasi bit per bit pada nilai integer.
Operator yang digunakan (NOT, AND, OR, XOR, Shl, Shr

Pertemuan 2
Dasar Program Pascal
Unsur-unsur Pemrograman
a. Mendapatkan data dengan membaca data dari default input (key board, file atau sumber data lainnya).
b. Menyimpan data ke dalam memori dengan struktur data yang sesuai,
c. Memproses data dengan instruksi yang tepat.
d. Menyajikan atau mengirimkan hasil olahan data ke default output (monitor, file atau tujuan lainnya).
Nama yang dipergunakan du dalam program Pascal disebut dengan pengenal atau Identifier. Identifier digunakan untuk nama: Program, Sub-program (procedure dan function), nama: Variable, Constant, Type, Label.
Nama-nama ini digunakan untuk pemakaian dan pemanggilan dalam program. Ketentuan penulisan identifier
a. Nama identifier harus dimulai dengan karakter huruf alfabet: a sampai z, A sampai Z atau karakter ‘_’ (underscore - garis bawah)
b. Karakter berikutnya boleh karakter numerik (0 .. 9) atau kombinasi alphanumerik (huruf-numerik).
c. Panjang nama, pada berbagai versi Pascal umumnya antara 32 - 63.
d. Tidak boleh menggunakan karakter istimewa: + - * / | \ = < > [ ] . , ; : ( ) ^ @ { } $ # ~ ! % & ` ” ‘ dan ? Contoh penulisan:
Penulisan yang benar: NamaMahasiswa, Gaji_Karyawan, PX4, dll.
Penulisan yang salah: 3X, A & B, C Z dll.
Variable adalah identifier yang berisi data yang dapat berubah-ubah nilainya di dalam program. Deklarasi Variable adalah :
a. Memberikan nama variabel sebagai identitas pengenal
b. Menentukan tipe data variabel
Contoh deklarasi variabel: var X : integer;
R : real;
C : char;
T : boolean;
Konstanta adalah identifier yang berisi data yang nilainya tidak berubah di dalam program.
Deklarasi Konstanta adalah:
a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal
b. Menentukan nilai konstanta
Contoh deklarasi konstanta: conts MaxSize = 100; {integer}
ExitC = ‘Q’; {char}
Reserved Words atau kata-kata cadangan pada Pascal adalah kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal yang mempunyai maksdu tertentu.Suatu Unit adalah kumpulan dari konstanta, tipe-tipe data, variabel, prosedur dan fungsi-fungsi. Unit standar pada Pascal yang bisa langsung digunakan adalah System, Crt, Printer Dos dan Graph. Untuk menggunakan suatu unit, maka kita harus meletakkan clausa atau anak kalimat Uses di awal blok program, diikuti oleh daftar nama unit yang digunakan. Pada materi ini yang akan dibahas adalah unit Crt. Unit ini digunakan untuk memanipulasi layar teks (windowing, peletakan cursor di layar, Color pada teks, kode extended keyboard dan lain sebagainya.

Beberapa Statemen Turbo Pascal
Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal.
Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;].
Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.
1. Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.
# Read/Readln [prosedur].
Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke
dalam suatu variabel.
Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;])
Keterangan : x = variabel.
Read = pada statemen ini posisi kursor tidak
pindah ke baris selanjutnya.
Readln = pada statemen ini posisi kursor akan
pindah ke baris selanjutnya setelah di
input.
# Write/Writeln [prosedur].
Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di
layar.
Sintaks: Write/Writeln(x);
Keterangan : x = variabel.
Write/Writeln= statement ini digunakan untuk mencetak variable ke dalam monitor
2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.
# ClrScr [prosedur].
Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.
sintaks: ClrScr; ????[Clear screen]
Pengenalan Bahasa Pascal (Pertemuan I)
Pembahasan 1
Pengenalan Pascal
Sejarah Pascal
Berakar dari Bahasa Algol dan PL/1 pada tahun 60-an di benua Eropa, Pascal disusun oleh Prof.Niklaus Wirth pada tahun 70 dan dipublikasikan tahun 71, Diujicoba pada Komputer CDC 6000 Turbo Pascal bersifat Compiler dan termasuk bahasa tingkat tinggi
II.1. Sejarah singkat Pascal :
- pascal adalah bahasa pemograman tingkat tinggi karena pascal adalah bahasa pemograman yang terstruktur
- Nama pascal diambil dari nama seorang ahli matematika Blaise Pascal
- Pascal dirancang oleh Prof. Niklaus Wirthdari Switzerland
II.2. Memulai Pascal :
Klik 2x icon turbo pascal yg ada di Desktop
A. Membuat direktori :
• File-DOS Shell-Rubah direktori dengan mengetik perintah “cd\..”(Change Dir) sampai tampilan seperti “C:\>”.
• Kalau sudah,pada C:\> ketik “md nama_direktori (cth: md lely_6H).
• Kemudian enter.
• Ketik exit untuk keluar dari DOS
B. Rubah Direktori :
• File-Change Dir-Klik 2x C-cari nama direktori msg2
• Ulangi hal ini setiap kali memulai pascal shg semua latihan disimpan didalam folder msg2.
C. Memulai membuat program baru :
• File-New
• Menyimpan File:
• File-Save-Ketik nama file
• Jelaskan!Struktur Program Pascal :

Struktur Bahasa Pascal
? Judul
Program ;
Uses ;
? Bagian Deklarasi
Label ;
Const ;
Type ;
Var ;
Procedure ;
Function ;
? Bagian Pernyataan
Begin
;
End.
1. Judul Program
2. Blok Program, terdiri dari :
? Bagian Deklarasi : variabel, konstanta, label, tipe, fungsidll
? Bagian Pernyataan : Diawali dg Begin dan diakhiri dg End./isi program
• Compile/Compiling, Proses untuk mengecek kesalahan instruksi program apakah sudah benar/belum. Caranya : Compile-compile/Alt+F9
• Run, Proses untuk mengcompile sekaligus menjalankan program. Caranya : Run-run/Ctrl+F9
• Menampilkan hasil program : ALT+F5
• Membersihkan layar/tampilan : Clrscr (Clear Screen), dengan menggunakan prosedur Uses Crt (Uses Catode Ray Tube).
• Extentation Pascal :.PAS

II.1. Perintah I/O
Memasukkan data/input : Read=Memasukkan data dlm baris yg sama. Readln=Memasukkan data per baris.
Menampilkan hasil/output : Write=Menampilkan output dlm baris yg sama. Writeln=Menampilkan output perbaris.
II.2. Variabel dan Konstanta
Variabel ? data yg nilainya berubah-rubah di dalam program.
BU : Var Identifier: tipe data.
Konstanta ? data yg nilainya tetap di dalam program.
BU : Const Identifier=nilai.
II.3. Reserved Word/Kata Cadangan
? merupakan kata2 yg telah didefinisikan oleh turbo pascal. Contoh : Program Begin, End, Var, Const dll
Ex : Program perkenalanpascal;
Uses crt;
Begin
Writeln(‘Pertemuan 2’);
Writeln(‘Pascal ’);
Write(‘Pertemuan 2 ’);
Write(‘Pascal ’);
Readln;
End.
Ex : Program perkenalan2;
Uses crt;
Const
Nama=’nama msg2’;
Kelas=’kelas msg2’;
Var
kampus:string;
Begin
Clrscr;
Writeln(‘Lokasi Kampus Anda :’);readln(kampus);
Readln
End.
Latihan !!
Program latihan;
Uses crt;
Const
kampus=’MARGONDA’;
Var
nama : string[20];
kelas : string;
Begin
Clrscr;
Write(‘NAMA :’);readln(nama);
Write(‘KELAS :’);readln(kelas);
Writeln(‘Lokasi Kampus Anda :’,kampus);
Readln
End.
Contoh Program
Listing Programnya
Uses Crt;
Begin
WriteLn( ‘Saya’ );
Write( ‘Belajar’ );
WriteLn( ‘Turbo’ );
Write( ‘Pascal’ );
Write( ‘Versi 7.0’ );
End.
Tekan Ctrl F9 untuk ekseskusi program
Tekan F5 untuk melihat hasilnya
Hasilnya :
Saya
BelajarTurbo
Pascal Versi 7.0

Read More......
Senin, 15 Februari 2010 Posted in | | 0 Comments »

Sistem Bilangan Biner
Komputer memproses data atau program dari memori komputer berupa
sejumlah bilangan biner uang menyatakan dalam keadaan hidup atau mati
(on or off) dengan angka 1 dan 0. Sehingga semua yang diproses komputer
hanya angka 0 dan 1, sehingga sistem biner (bilangan berdasar 2)
sangatlah penting. Cara mengkonversi bilangan biner ke bilangan desimal
adalah dengan mengalikan dua dengan pangkat N (suku ke-N).

Contoh :
• Angka 11010 bilangan desimalnya adalah :
( 1 x 24 ) + ( 1 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 0 x 20 ) = 26
16 + 8 + 0 + 2 + 0
• Angka 110111 bilangan desimalnya adalah :
( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 1 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 1 x 20 ) = 55
32 + 16 + 0 + 4 + 2 + 1


Operasi tambah pada sistem biner
Aturan operasi tambah :
Bilangan pertama Bilangan kedua Hasil
0 0 00
1 0 01
0 1 01
1 1 11

Contoh :

• Biner 1110001 + 1011000 = 11001001
Desimal 113 + 89 = 201

• Biner 1010100 + 1111100 = 11010000
Desimal 84 + 124 = 208


Hal-hal penting :
• Setiap digit bilangan biner disebut satu bit
• Setiap empat digit bilangan biner disebut satu nibble
• Setiap delapan digit bilangan biner disebut satu byte
• Setiap enambleas digit bilangan biner disebut satu word
• Setiap tiga puluh dua digit bilangan biner disebut satu double word
• Setiap 128 digit bilangan biner disebut satu para
• Setiap 256 byte (2048 bit) disebut satu page (halaman).







Sistem Bilangan Oktal
Merupakan bilangan berdasar 8, terdiri angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
serta jarang digunakan. Konversi bilangan oktal ke desimal mempunyai
cara yang sama bila anda melakuka konversi bilangan biner ke desimal,
hanya saja menggunakan dasar delapan.

Contoh :
• 355 bilangan oktal ke desimal :
( 3 x 82 ) + ( 5 x 81 ) + ( 5 x 80 )
192 + 40 + 5 = 237 Desimal

• 204 bilangan oktal ke desimal :
(2 x 82 ) + ( 0 x 81 ) + ( 4 x 80 )
128 + 0 + 4 = 132 Desimal


Sistem Bilangan Desimal
Jenis bilangan yang umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang
menggunakan 10 simbol dasar (digits), yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
8, dan 9.
Contoh :
• Angka 321 dengan dasar 10, maka :
3932 = ( 3 x 103 ) + ( 9 x 102 ) + ( 3 x 101 ) + ( 2 x 100 )

• Angka 4532 dengan dasar 10, maka :
4532 = ( 4 x 103 ) + ( 5 x 102 ) + ( 3 x 101 ) + ( 2 x 100 )


Sistem Bilangan Hexadesimal
Bilangan yang mutlak dipahami dalam memakai bahasa Assembler. Hal ini
disebabkan berbagai perintah assembler baik dalam program yang digunakan
dengan utility 'DEBUG' (DOS) dan 'COMPILER TURBO ASSEMBLER'.
Terdiri 16 bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. (Hexa = 6 ;
Desimal = 10).
Cara mengkonversi bilangan desimal ke bilangan hexadesimal :
• 3A bilangan desimalnya adalah :
( 3 x 161 ) + ( A x 160 )
48 + 10 = 58 Desimal
• A341 bilangan desimalnya adalah :
( 10 x 163 ) + ( 3 x 162 ) + ( 4 x 161 ) + ( 1 x 160 )
40960 + 768 + 64 + 1 = 41793 Desimal



Tabel Hexadecimal Digits and Binary Equivalent

Hex Digits Binary
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A 1010
B 1011
C 1100
D 1101
E 1110
F 1111


Tabel Decimal, Binary, and Hexadecimal Equivalent

Decimal Binary Hexadecimal
0 0 0
1 1 1
2 10 2
3 11 3
4 100 4
5 101 5
6 110 6
7 111 7
8 1000 8
9 1001 9
10 1010 A
11 1011 B
12 1100 C
13 1101 D
14 1110 E
15 1111 F
16 10000 10
17 10001 11
18 10010 12
19 10011 13
20 10100 14
21 10101 15
22 10110 16
23 10111 17
24 11000 18
25 11001 19
26 11010 1A
27 11011 1B
28 11100 1C
29 11101 1D
30 11110 1E
31 11111 1F
32 100000 20
. . .
. . .
. . .
256 100000000 100
. . .
. . .
. . .
1024 . 400
. . .
. . .
. . .
32767 . 7FFF
32768 . 80000
. . .
. . .
. . .
65535 . FFFF

______________________________

1 Kilobyte (1 KB) = 1024 = 400h
64 Kilobytes (64 KB) = 65536 = 10000h
1 Megabyte (1 MB) = 1,048,576 = 100000h

Bentuk-bentuk Konversi
8 A 2 D h = 8 x 163 + A x 162 + 2 x 161 + D x 160
= 8 x 163 + 10 x 162 + 2 x 161 + 13 x 160
= 35373 Desimal

8 A 2 D h = 8 x 163 + A x 162 + 2 x 161 + D x 160
= (( 8 x 16 + A ) x 16 + 2 ) x 161 + D
= (( 8 x 16 + 10 ) x 16 + 2 ) x 16 + 13
= 35373 Desimal

1 1 1 0 1 b = 1 x 2 4 + 1 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 2 0
= 29 Desimal

1 1 1 0 1 b = 1 1 1 0 1
= 1 x 2 + 1 => 3 x 2 + 1 => 7 x 2 + 0 => 14 x 2 + 1
= 29 Desimal

2 B D 4 h = 2 B D 4
= 2 x 16 + 11 => 43 x 16 + 13 => 701 x 16 + 4
= 11220 Desimal

1 1 1 7 2 d = 698 x 16 + 4
698 = 43 x 16 + 10 (Ah)
43 = 2 x 16 + 11 (Bh)
2 = 0 x 16 + 2
==> = 2BA4 Hex

9 5 d = 47 x 2 + 1
47 = 23 x 2 + 1
23 = 11 x 2 + 1
11 = 5 x 2 + 1
5 = 2 x 2 + 1
2 = 1 x 2 + 0
1 = 0 x 2 + 1
==> = 1011111 Biner

2 B 3 C h = 2 B 3 C
= 0010 1011 0011 1100
= 0010101100111100 Bin

1110101010 b = 11 1010 1010
= 3 A A
= 3AA Hex


Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
2 5 4 6
1 8 7 2 +
4 4 1 8 d

5 B 3 9 h
7 A F 4 h +
D 6 2 D h

1 0 0 1 0 1 1 1 1
1 1 0 1 1 0 +
1 0 1 1 0 0 1 0 1 b

9 1 4 5
7 2 8 3 -
1 8 6 2 d

D 2 6 F
B A 9 4 -
1 7 D B h

1 0 0 1
0 1 1 1 -
0 0 1 0 b

Latihan


1. Isilah tabel dibawah ini :

Binary Decimal Hex
........... 9 ...........
1010 ........... ...........
........... ........... D
........... 12 ...........
1110 ........... ...........
........... ........... B

2. Konversikan nilai-nilai biner dan heksa dibawah ini ke nilai desimal !
• 1110
• 100101011101
• 46Ah
• FAE2Ch

3. Konversikan nilai desimal dibawah ini !
• 97 ke biner
• 627 ke biner
• 921 ke heksa
• 6120 ke heksa

4. Konversikan nilai-nilai dibawah ini !
• 1001011 ke heksa
• 1001010110101110 ke heksa
• A2Ch ke biner
• B34Dh ke biner

5. Tambahkan nilai-nilai dibawah ini :
• 100101b + 10111b
• 100111101b + 10001111001b
• B23CDh + 17912h
• FEFFEh + FBCADh

6. Kurangkan nilai-nilai dibawah ini :
• 11011b - 10110b
• 10000101b - 111011b
• 5FC12h - 3ABD1h
• F001Eh - 1FF2Fh





Bagaimana karakter string "RG 2z" disimpan dalam memori, dengan alamat awal 0 ?

Character ASCII Code (hex) ASCII Code (Binary)
R 52 0101 0010
G 47 0100 0111
space 20 0010 0000
2 32 0011 0010
z 7A 0111 1010

Sehingga memori akan nampak seperti berikut :

Address Contents
0 01010010
1 01000111
2 00100000
3 00110010
4 01111010

Read More......
Senin, 01 Februari 2010 Posted in | | 0 Comments »

Sistem Bilangan Biner
Komputer memproses data atau program dari memori komputer berupa
sejumlah bilangan biner uang menyatakan dalam keadaan hidup atau mati
(on or off) dengan angka 1 dan 0. Sehingga semua yang diproses komputer
hanya angka 0 dan 1, sehingga sistem biner (bilangan berdasar 2)
sangatlah penting. Cara mengkonversi bilangan biner ke bilangan desimal
adalah dengan mengalikan dua dengan pangkat N (suku ke-N).

Contoh :
• Angka 11010 bilangan desimalnya adalah :
( 1 x 24 ) + ( 1 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 0 x 20 ) = 26
16 + 8 + 0 + 2 + 0
• Angka 110111 bilangan desimalnya adalah :
( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 1 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 1 x 20 ) = 55
32 + 16 + 0 + 4 + 2 + 1


Operasi tambah pada sistem biner
Aturan operasi tambah :
Bilangan pertama Bilangan kedua Hasil
0 0 00
1 0 01
0 1 01
1 1 11

Contoh :

• Biner 1110001 + 1011000 = 11001001
Desimal 113 + 89 = 201

• Biner 1010100 + 1111100 = 11010000
Desimal 84 + 124 = 208


Hal-hal penting :
• Setiap digit bilangan biner disebut satu bit
• Setiap empat digit bilangan biner disebut satu nibble
• Setiap delapan digit bilangan biner disebut satu byte
• Setiap enambleas digit bilangan biner disebut satu word
• Setiap tiga puluh dua digit bilangan biner disebut satu double word
• Setiap 128 digit bilangan biner disebut satu para
• Setiap 256 byte (2048 bit) disebut satu page (halaman).







Sistem Bilangan Oktal
Merupakan bilangan berdasar 8, terdiri angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
serta jarang digunakan. Konversi bilangan oktal ke desimal mempunyai
cara yang sama bila anda melakuka konversi bilangan biner ke desimal,
hanya saja menggunakan dasar delapan.

Contoh :
• 355 bilangan oktal ke desimal :
( 3 x 82 ) + ( 5 x 81 ) + ( 5 x 80 )
192 + 40 + 5 = 237 Desimal

• 204 bilangan oktal ke desimal :
(2 x 82 ) + ( 0 x 81 ) + ( 4 x 80 )
128 + 0 + 4 = 132 Desimal


Sistem Bilangan Desimal
Jenis bilangan yang umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang
menggunakan 10 simbol dasar (digits), yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
8, dan 9.
Contoh :
• Angka 321 dengan dasar 10, maka :
3932 = ( 3 x 103 ) + ( 9 x 102 ) + ( 3 x 101 ) + ( 2 x 100 )

• Angka 4532 dengan dasar 10, maka :
4532 = ( 4 x 103 ) + ( 5 x 102 ) + ( 3 x 101 ) + ( 2 x 100 )


Sistem Bilangan Hexadesimal
Bilangan yang mutlak dipahami dalam memakai bahasa Assembler. Hal ini
disebabkan berbagai perintah assembler baik dalam program yang digunakan
dengan utility 'DEBUG' (DOS) dan 'COMPILER TURBO ASSEMBLER'.
Terdiri 16 bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. (Hexa = 6 ;
Desimal = 10).
Cara mengkonversi bilangan desimal ke bilangan hexadesimal :
• 3A bilangan desimalnya adalah :
( 3 x 161 ) + ( A x 160 )
48 + 10 = 58 Desimal
• A341 bilangan desimalnya adalah :
( 10 x 163 ) + ( 3 x 162 ) + ( 4 x 161 ) + ( 1 x 160 )
40960 + 768 + 64 + 1 = 41793 Desimal



Tabel Hexadecimal Digits and Binary Equivalent

Hex Digits Binary
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A 1010
B 1011
C 1100
D 1101
E 1110
F 1111


Tabel Decimal, Binary, and Hexadecimal Equivalent

Decimal Binary Hexadecimal
0 0 0
1 1 1
2 10 2
3 11 3
4 100 4
5 101 5
6 110 6
7 111 7
8 1000 8
9 1001 9
10 1010 A
11 1011 B
12 1100 C
13 1101 D
14 1110 E
15 1111 F
16 10000 10
17 10001 11
18 10010 12
19 10011 13
20 10100 14
21 10101 15
22 10110 16
23 10111 17
24 11000 18
25 11001 19
26 11010 1A
27 11011 1B
28 11100 1C
29 11101 1D
30 11110 1E
31 11111 1F
32 100000 20
. . .
. . .
. . .
256 100000000 100
. . .
. . .
. . .
1024 . 400
. . .
. . .
. . .
32767 . 7FFF
32768 . 80000
. . .
. . .
. . .
65535 . FFFF

______________________________

1 Kilobyte (1 KB) = 1024 = 400h
64 Kilobytes (64 KB) = 65536 = 10000h
1 Megabyte (1 MB) = 1,048,576 = 100000h

Bentuk-bentuk Konversi
8 A 2 D h = 8 x 163 + A x 162 + 2 x 161 + D x 160
= 8 x 163 + 10 x 162 + 2 x 161 + 13 x 160
= 35373 Desimal

8 A 2 D h = 8 x 163 + A x 162 + 2 x 161 + D x 160
= (( 8 x 16 + A ) x 16 + 2 ) x 161 + D
= (( 8 x 16 + 10 ) x 16 + 2 ) x 16 + 13
= 35373 Desimal

1 1 1 0 1 b = 1 x 2 4 + 1 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 2 0
= 29 Desimal

1 1 1 0 1 b = 1 1 1 0 1
= 1 x 2 + 1 => 3 x 2 + 1 => 7 x 2 + 0 => 14 x 2 + 1
= 29 Desimal

2 B D 4 h = 2 B D 4
= 2 x 16 + 11 => 43 x 16 + 13 => 701 x 16 + 4
= 11220 Desimal

1 1 1 7 2 d = 698 x 16 + 4
698 = 43 x 16 + 10 (Ah)
43 = 2 x 16 + 11 (Bh)
2 = 0 x 16 + 2
==> = 2BA4 Hex

9 5 d = 47 x 2 + 1
47 = 23 x 2 + 1
23 = 11 x 2 + 1
11 = 5 x 2 + 1
5 = 2 x 2 + 1
2 = 1 x 2 + 0
1 = 0 x 2 + 1
==> = 1011111 Biner

2 B 3 C h = 2 B 3 C
= 0010 1011 0011 1100
= 0010101100111100 Bin

1110101010 b = 11 1010 1010
= 3 A A
= 3AA Hex


Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
2 5 4 6
1 8 7 2 +
4 4 1 8 d

5 B 3 9 h
7 A F 4 h +
D 6 2 D h

1 0 0 1 0 1 1 1 1
1 1 0 1 1 0 +
1 0 1 1 0 0 1 0 1 b

9 1 4 5
7 2 8 3 -
1 8 6 2 d

D 2 6 F
B A 9 4 -
1 7 D B h

1 0 0 1
0 1 1 1 -
0 0 1 0 b

Latihan


1. Isilah tabel dibawah ini :

Binary Decimal Hex
........... 9 ...........
1010 ........... ...........
........... ........... D
........... 12 ...........
1110 ........... ...........
........... ........... B

2. Konversikan nilai-nilai biner dan heksa dibawah ini ke nilai desimal !
• 1110
• 100101011101
• 46Ah
• FAE2Ch

3. Konversikan nilai desimal dibawah ini !
• 97 ke biner
• 627 ke biner
• 921 ke heksa
• 6120 ke heksa

4. Konversikan nilai-nilai dibawah ini !
• 1001011 ke heksa
• 1001010110101110 ke heksa
• A2Ch ke biner
• B34Dh ke biner

5. Tambahkan nilai-nilai dibawah ini :
• 100101b + 10111b
• 100111101b + 10001111001b
• B23CDh + 17912h
• FEFFEh + FBCADh

6. Kurangkan nilai-nilai dibawah ini :
• 11011b - 10110b
• 10000101b - 111011b
• 5FC12h - 3ABD1h
• F001Eh - 1FF2Fh





Bagaimana karakter string "RG 2z" disimpan dalam memori, dengan alamat awal 0 ?

Character ASCII Code (hex) ASCII Code (Binary)
R 52 0101 0010
G 47 0100 0111
space 20 0010 0000
2 32 0011 0010
z 7A 0111 1010

Sehingga memori akan nampak seperti berikut :

Address Contents
0 01010010
1 01000111
2 00100000
3 00110010
4 01111010

Read More......
Posted in | | 0 Comments »